Mengenai suatu hal yang mampu meningkatkan mood-ku seharian, agak janggal jika ternyata hal tersebut merupakan sebuah minimarket yang berada di dekat kos tempatku tinggal setahun ke depan.

                Sesederhana itu. Se-tidak biasa itu, lebih tepatnya. Ada banyak orang yang punya moodbooster jauh lebih sederhana, seperti membaca buku atau mendengarkan lagu favorit. Moodbooster-ku agak tidak biasa, dan membutuhkan sedikit perjuangan untuk mendapatkannya.

                Perjuangan melawan rasa malas untuk pergi ke sana, salah satunya.

Sebenarnya, tidak juga.

Berhubung mood-swing-ku sering kambuh di akhir hari setelah menjalani segala rutinitas, aku lebih sering megunjungi minimarket itu sepulang dari kampus. Bukan pada hari libur yang sakral dimana panggilan ibadah pada siang hari baru bisa membangunkanku dari lelap semenjak sore sebelumnya.

Apa, ya? Minimarket itu terasa seperti rumah, di mana aku bisa menyusuri lorong-lorong makanan, pengharum ruangan, dan segala-galanya yang ada di dalam sana.

Segala tetek-bengek yang dijual di sana, menatap dan menyentuhnya satu persatu sudah bisa membuatku kembali tenang.

Anehnya, aku tak merasakan dorongan untuk membeli banyak hal seperti biasanya ketika aku berada di toko-toko lain.

Cukup menatap sekitar, mengamati segala merek dan tanggal kadaluarsa yang tertera.
Membersihkan debu-debu yang seringkali ada di permukaan.

Ya, minimarket itu memang tampak tua dan sedikit lusuh. Meskipun masih saja ramai di waktu-waktu tertentu.

Di waktu-waktu ketika aku mengunjunginya di akhir hari. Suatu kesempurnaan. Mengamati orang-orang asing berlalu-lalang. Satu lagi kepuasan batin yang tak dapat dijelaskan apalagi dibagi kepada orang lain.

Meskipun, bila sepi pun tak mengapa.

Mendengar tapak sepatu para pegawai yang bolak-balik sepanjang rak demi rak untuk menyusun barang-barang. Menikmati setiap gemerisik bungkus plastik yang bergesekan akibat dipaksa berdesak-desakan.

Suatu kesempurnaan.

Yang entah bagaimana dijelaskan.

Yang jelas, aku menikmatinya.

-- Ruang kelas matkul memuakkan dengan dosen mengasyikkan, 30 Oktober 2018







0 Comments